Model-Model Pemilihan Media Pembelajaran
Simalungun, 11 Desember 2025
Seorang teman dari Balai Besar Guru dan Tenaga Pendidkan (BBGTK) mengajak saya untuk menjadi narasumber pada Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Pendidik pada Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Deli Serdang di Simalungun City Hotel, Jalan Sutomo, Griya Halpotakan Raya, Kabupaten Simalungun.
Ada 150 peserta dari 65 SMP Negeri se Kabupaten Simalungun. Menjadi narasumber terakhir tentunya ada tantangan sendiri di antaranya, peserta sudah mendapat paparan dari materi sebelumnya. Belajar dari narasumber sebelumnya. Saya mencoba berpikir media apa yang tepat di tengah kejenuhan yang sudah menghampiri. Saya pun mencoba membaca model-model Pemilihan Media Pembelajaran. Dari segi teoritis, ada banyak ahli yang menulisnya. Seperti Model ACTIONS yang dikembangkan oleh A.W Bates. Model ini merupakan bagian dari singkatan Access, Cost, Technology, Interactivy, Organization Change, Novelty, and Speed.
Adapun penjelasan terdapat pada tabel di bawah ini.
![]() |
| Tabel 1.1 Model Pemilihan Media Pembelajaran ACTIONS |
Selain model pemilihan media pembelajaran ACTIONS, A.W Bates juga mengembangkan model pemilihan media pembelajaran yang lebih sempurna yakni Model Pemilihan Media Pembelajaran SECTIONS. Model ini lebih lengkap dan sebagai penyempurnaan media sebelumnya. Model SECTIONS terdiri dari Studen (siswa), Ease of use (Mudah digunakan), Cost and Time (Biaya dan Waktu), Teaching and Selection Media (Pemilihan Media berdasarkan Pembelajaran), Interaction (interaksi), Organization of Issue (Pengelolaan Masalah), Networking (Membangun Jaringan), dan Security and Privacy (Keamanan).



Komentar
Posting Komentar